Wednesday, 8 April 2020

ADVERTISEMENT


Kata 'advertisement' berasal dari bahasa Latin 'advertere', yang berarti "memberi tahu seseorang tentang sesuatu" atau "menarik perhatian pada sesuatu". Fungsinya untuk menginformasikan dan menarik perhatian, atau dapat dikatakan bahwa sebuah iklan adalah informasi yang berfungsi untuk meyakinkan orang.
Advertisement adalah pemberitahuan atau publikasi yang mempromosikan produk, layanan, atau acara, yang digunakan untuk mendorong atau meyakinkan audiens (pemirsa, pembaca atau pendengar) untuk melakukan beberapa tindakan. Advertisement termasuk dalam teks exposition.
Tujuan teks iklan adalah untuk memberitahukan tentang suatu produk ke publik, dengan menggunakan bahasa serta trik-trik yang bisa meyakinkan audien.
Secara umum, sebuah iklan terdiri dari lima bagian: headline, subheads, body copy, slogan, closing.
Selain itu sebuah iklan seharusnya :
- menggunakan kata-kata sederhana dan informal agar mudah dimengerti
- memilih kata kerja tertentu yang bisa meyakinkan audiens
- menggunakan kata-kata yang salah untuk menarik perhatian
- menggunakan kata sifat "positif"
- berisi kalimat yang interogatif dan kalimat perintah

Contoh Iklan


PERBEDAAN CRITICAL THINKING AND CRITICAL READING


Perbedaan critical thinking and reading dapat dilihat dari tabel berikut :


Non critical reading
Criticl reading
Bagi non-critical reader, sebuah teks memberikan informasi tentang fakta. Pembaca mendapatkan ilmu dengan mengingat pernyataan-pernyataan dalam teks.
Bagi critical reader, setiap teks menghadirkan lukisan dan pemahaman pribadi tentang hal yang disajikan. Critical reader tentunya tidak hanya memahami apa yang mereka bilang, namun juga bagaimana mereka menghadirkan sebuah gambaran tentang hal yang disajikan dalam teks. Mereka mendapatkan gambaran yang beraneka ragam tentang cara memahami sebuah teks.
Seorang non-critical reader lebih memilih untuk membaca sebuah buku sejarah dan kepercayaan masyarakat secara umum dari masyarakat untuk mempelajari tentang sebuah kejadian
Seorang critical reader akan membaca semua tulisan yang berkaitan dengan sebuah kejadian dan menghargai cara masing-masing orang melihat kejadian tersebut dari sudut pandang masing-masing.
non-critical reading akan cukup puas bila sudah memahami apa yang dipaparkan dalam sebuah teks dan mendapatkan kata kunci baku tentang sebuah pembahasan
Sementara critical reading, selain dapat memahami pemaparan sebuah teks, juga memerhatikan hal apa yang dapat ditimbulkan oleh isi sebuah teks. Apakah dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari? Apakan akan menimbulkan perdebatan ataupun simpati bagi pembaca, dan seterusnya. Kesimpulannya, critical readers berhasil menyimpulkan maksud teks secara keseluruhan sesuai dengan analisa sebelumnya.

Berikut beberapa cara dalam meningkatkan level critical analysis dalam sebuah tulisan.

► memberikan sebuah penolakan tegas terhadap kesimpulan yang diberikan oleh penulis lainnya tanpa mengevaluasi argument dan bukti yang mereka berikan.
►sebuah pemaparan yang jelas tentang bukti dan argument yang kita berikan akan membawa kita kepada sebuah kesimpulan yang jelas
► memberikan batasan, bukti, argumen dan kesimpulan akhir

Perbedaan antara descriptive writing and critical writing

Pada descriptive writing kita tidak perlu mengembangkan argumen, kita hanya memberi landasan dimana sebuah argument bisa dibangun.  Kita hanya memberikan gambaran situasi tanpa harus menganalisa dan membuat sebuah kesimpulan. Sebuah describtive writing biasanya sederhana dan dapat menggunakan bahasa-bahasa sederhana. Dalam hal ini, seorang penulis describtive writing hanya menyajikan informasi tanpa mengolahnya, kita menyampaikan kembali sebuah ide tanpa penambahan apapun. Sebuah tugas yang hanya menggunakan describtive writing hanya akan mendapat nilai yang sedikit. Dengan critical thinking kita bisa bergabung dalam sebuah debat formal. Kita perlu menghadirkan bukti dan argumen yang diberikan oleh orang lain dan juga mampu menciptakan argumen sendiri.

Untuk itu yang akan kamu butuhkan adalah :

► mempertimbangkan kualitas argumen yang sudah kita baca.
► mengidentifikasi kemungkinan pendapat positif dan negative yang bisa kita berikan kemudian
► memahami hubungan dan mamfaat terhadap debat yang akan kita ikutu.

Critical writing tampak dari cara seseorang memahami bukti  dalam menarik sebuah kesimpulan yang masuk akal. Kesalahan yang dibuat oleh penulis pemula adalah ketika mereka hanya mengambil sebuah sumber untuk menyokong pendapat mereka, bahkan terkadang mereka tidak memakai sumber sama sekali. Masalah terbesar ketika rujukan yang digunakan hanya dari satu sumber adalah ketika sumber tersebut memaparkan hal yang jauh berbeda dengan sumber-sumber lain. Karena dalam sebuah critical writing, penulis harus bisa mengambil kesimpulan dari berbagai sudut pandang. Dari pembahasan ini dapat kita simpulkan bahwa :

Critical writing menggunakan lebih dari satu sumber untuk membangun sebuah argumen.
Kesalahan lain bagi penulis pemula adalah ketika mereka merujuk ke banyak sumber namun masih menggabungkan pendapat tersebut dengan mengutip pernyataan masing-masing penulis tanpa memberikan analisa yang jelas tentang maksud masing-masing penulis. Inti dari critical writing adalah ketika kita berhasil mengevaluasi dan menganalisa informasi dari sumber daripada hanya menerima seluruh isi tulisan. Merujuk dari hal tersebut, Critical writing dapat juga didefinikan sebangai :

Critical writing adalah sebuah tulisan yang memberikan penilaian dan menganalisa informasi dari sumber-sumber yang berbeda.


DISCUSSION TEXT


Discussion adalah sebuah teks yang menyajikan problematic discourse. Masalah ini akan didiskusikan dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Pendapat yang akan disajikan akan berupa pro dan contra terhadap isu tertentu. Teks ini juga berupa sebuah proses untuk menemukan titik temu antara du aide yang berbeda. Adalah penting untuk dapat memahami kedua perbedaan tersebut.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam teks discussion ini :

-          Sudahkah anda adil menilai pendapat dari kedua sisi
-          Apakah anda bisa menyokong pendapat dengan bukti dan alasan yang kuat
-          Bisakah anda memberikan kesimpulan beserta alasan kenapa pada akhirnya anda memutuskan untuk memilih sisi yang mana
Tujuan

Tujuan dari teks discussion adalah untuk memaparkan argument-argumen dan informasi dari sudut pandang yang berbeda

Generic Structure

-           Issue: berisi pernyataan-pernyataan tentang sebuah topik

-          Arguments for/Supporting arguments: argument pendukung untuk setuju terhadap issue tersebut
-          Arguments against: argument yang tidak setuju dengan topik yang diberikan
-          Recommendation/conclusion: penyelesaian masalah dengan memaparkan argument pendukung dan argument yang bertentangan dengan topik

Language Features :

-          Relating verb/to be: is, am, are, etc.
-          Thinking verb: feel, hope, believe, etc.
-          Additive, contrastive, and causal connection: similarly, on the hand, however, etc.
-          Modalities: must, should, could, may, etc.
-          Adverbial of manner: deliberately, hopefully, etc.
-           Conjunction/transition: although, even, if, etc

Contoh teks atau performa yang sesuai untuk teks ini adalah debat, diskusi, opini public, dll


BULLYING IN BOARDING SCHOOLS



Bullying, which also called seniority, and boarding school are like two sides of a coin. They have always been a trend topic in every age.
Due to the frequent occurrence of it in the public, most people end up believing that the boarding school menu is incomplete without bullying. In some schools, bullying has been mentioned since the Student Orientation Period (MOS) which some of junior students argued that their senior are very rude in orientation period.
In some other boarding schools, bullying and seniority is often found in applying the system of punishment through the 'Student Court' by the student organization at the school. This court is usually enforced because of many mistakes made by juniors and they have been warned several times before. To provide a deterrent effect, the court is held. The punishments given are varied, like : memorizing some vocabulary in a foreign language or in scientific terms, memorizing long surah with certain time limits, creating essays or scientific articles, physical punishment; such as push-up, cleaning public toilets, dormitory rides, skull gymnastics (as the defendant must stand with his arms extended for a dozen minutes without moving), etc.
If we return to the time before the year of 2000, some punishments cannot be said as violence because the punishments were even given directly by the teachers whom we deeply respect to make us remember that we had made a mistake. When the mistake was repeated, we had to be ready with the risks faced.
Another story was happened in ‘Rumoh Beut’ with our Teungku (teachers). When we were escorted to be taught, our parents leave us to be educated in a subtle and rough way. Weather with warning words or caned  by rattan (awe) which has become an icon of Rumoh Beut. That way, a sense of reluctance to our Teungku, and the wish not to make mistakes is clearly embedded in the minds of every student who were studying the knowledge of the afterlife.
However, as the time passed by and the more information people got , things like I mentioned before have now been regarded as a human rights violation. All issues of violence have been legally monitored, so that the death-ending cases of violence such as those in military schools and other cadets are no longer repeated in other boarding schools.
The protection of human rights which is the right of all Indonesian citizens as stated in the 1945 Constitution article 28 paragraph 2 and also in second pillar of Pancasila which is now completely implemented by all levels of society, should make us relieved. It means none of Indonesian would be allowed to be treated bad ways.


Text - Non Text



Menurut Halliday text adalah bahasa yang dihasilkan dan tanggapi oleh manusia, baik yang mereka ucapkan, mereka tulis, mereka baca maupun yang mereka dengar dalam kehidupan sehari-hari. Bagian ini meliputi berbicara dan menulis. Hal ini dapat hadir dalam bentuk sebuah aksi, pembicaraan, obrolan di telpon, debat, pemberitahuan publik, pembicaraan pribadi,dan lainnya (1975: 123).
Secara etimologis, teks berasal dari penggunaan metafora kata kerja bahasa Latin textere 'weave', yang menunjukkan urutan kalimat atau ucapan 'terjalin' secara struktural dan semantik. Sebagai penghitungan nomina, biasanya digunakan dalam linguistik dan gaya untuk merujuk pada kumpulan kalimat atau ujaran sekuensial yang membentuk satu kesatuan dengan alasan COHESION linguistik dan COHERENCE semantic.
Berikut ini adalah karakteristik teks :
- Unit semantik yang penting sebagai bentuk interaksi
- Kohesif dan koheren; Tidak acak tapi terhubung
- Diucapkan atau ditulis; Bermode kesadaran linguistik
- Panjangnya variatif
- Membuat dan / dibuat berdasarkan konteks (sesuai situasi).
Werlich mengatakan bahwa teks adalah susunan unit sintaksis yang diperluas seperti kata, kelompok, dan klausa dan unit teks yang ditandai oleh koherensi antara unsur dan penyelesaian, sedangkan non- Teks terdiri dari urutan acak satuan linguistik seperti kalimat, paragraf, atau bagian dalam perpanjangan temporal dan / atau spasial
Beaugrande dan Dressler mendefinisikan sebuah teks sebagai kejadian komunikatif yang memenuhi tujuh standar tekstualitas, yaitu:
1.       Cohesion (Kohesi)
Kohesi menyangkut cara-cara di mana komponen permukaan teks dihubungkan dalam sebuah urutan.
2.       Coherence (Koherensi)
Koherensi terkait dengan cara-cara di mana konsep dan hubungan, yang mendasari permukaan teks, terkait, relevan dan digunakan, untuk mencapai komunikasi yang efisien.
- Concept adalah konten kognitif yang dapat diambil atau dipicu dengan tingkat konsistensi yang tinggi dalam pikiran.
- Relation adalah hubungan antara konsep dalam teks, dengan setiap tautan diidentifikasi dengan konsep yang terhubung dengannya.
3.       Intentionality
Niat mengacu pada perilaku pembuat teks dan niatnya karena pembuat teks menggunakan kohesi dan koherensi untuk mencapai tujuan yang ditentukan dalam sebuah rencana.
4.      Acceptability
Penerimaan terhadap sikap penerima teks bahwa teks tersebut harus merupakan rincian atau informasi yang berguna atau relevan sehingga perlu diterima.
5.      Informativity
Informativitas adalah sejauh mana isi teks sudah diketahui atau diharapkan untuk dibandingkan dengan yang tidak diketahui atau tidak terduga.
6.      Situationality
Situasionalitas mengacu pada faktor-faktor yang membuat teks relevan dengan situasi kejadian.
7.      Intertekstualitas
Intertekstualitas fokus pada faktor-faktor yang membuat penggunaan satu teks bergantung pada pengetahuan tentang satu atau beberapa teks yang sebelumnya ditemui. Jika penerima teks tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang teks yang relevan, komunikasi mungkin rusak karena pemahaman teksnya kabur.

Selain ketujuh standar di atas, sebuah teks tidak akan komunikatif. Non-komunikatif teks dianggap sebagai non-teks

Kebanyakan ahli linguistik setuju bahwa teks terbagi atas lima : narrative, descriptive, argumentative, instruntive, dan comparison/contrast (yang disebuat teks explosive).

NOTICE AND ANNOUNCEMENT


Notice dan Announcement
Functional text adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi yang dianggap penting bagi seseorang. Short functional text adalah teks yang memiliki fungsi sosial untuk menginformasikan sesuatu. Disebut Short functional text karena teksnya pendek dan berisi informasi yang spesifik. Jenis-jenis functional text adalah : notice (pemberitahuan), announcement (pengumuman), advertisement (iklan), short message (pesan pendek), label (label), sign (tanda), pamphlet (pamplet), brochure (brosur) dan teks pendek lainnya.
Fungsi sosialnya adalah memberi informasi kepada seseorang tentang sesuatu.
Bab ini akan membahas tentang pemberitahuan dan pengumuman sebagai dua teks fungsional pendek, yaitu : notice dan announcement
Noutice
Notice/Pemberitahuan adalah tanda di tempat umum yang memberikan informasi atau instruksi. Sebuah pemberitahuan harus mudah dimengerti dan mudah dibaca. Hal ini juga ditulis dengan menggunakan kata-kata sederhana, ringkas dan mudah dimengerti. Sebagai contoh:
1. Notice command, berarti pemberitahuan memberi instruksi kepada orang untuk bertindak sebagaimana yang tertulis.
2. Notice caution, digunakan untuk memperingatkan seseorang agar berhati-hati atau sadar akan sesuatu.
3. Notice prohibition menginformasikan kepada orang bahwa mereka dilarang melakukan apa yang tertulis.
Contoh notice




 Announcement
Announcement/Pengumuman adalah pernyataan penting atau resmi yang menginformasikan orang tentang sesuatu. Pengumuman sering terlihat di tempat umum, seperti di sekolah, rumah sakit dan tempat umum lainnya.
Contoh announcement.







LOGICAL CONNECTOR


Logical Connector adalah konektor yang menghubungkan unit semantik bahasa. Logical connector digunakan untuk menggabungkan atau menghubungkan dua gagasan yang memiliki hubungan tertentu. Hubungan ini bisa berupa: berurutan (waktu), alasan dan tujuan, kondisi berlawanan (oposisi, kontras dan / atau hasil tak terduga). Dalam setiap kategori, kata-kata yang digunakan untuk menggabungkan ide atau klausa digunakan secara berbeda, dengan tata bahasa dan tanda baca yang berbeda.
Jenis-jenis Logical Connector adalah sebagai berikut :
Type
Explanation
Relation

 Example
Sequential
Reason and purpose
Adversative
Condition
Subordinating conjunction
Memperkenalkan adverb clause
Tidak ada perubahan makna, baik dependent clause maupun independent clause yang muncul duluan dalam kalimat,
Until
After
Before
When
While
Since
Once
Whenever
As soon as
As long as
By the time
Because
As
Since
In as much as
Now that
As long as
Such … that
So…that
So
So that
In order that
Even though
Although
Though


While
Whereas
Where

If
Unless
Even if
Providing (that)
Provided (that)
In case
Whether or not
Only if
-   We don’t have a physical teacher before he came
-   We have to leave earlier  since we hear about the new regulation
-   You should tell the truth, although no one trusts you.
-   Unless you were a dancer, I will marry you
Preposition
Diikuti oleh sebuah noun atau noun phrase.
During
After
Before
Since
Until
Upon
Because of
Due to
In order to
Despite
In spite of
-   I do my own laundry during holiday.
-   He didn’t come to class due to his illness.
-   I went to work in spite of feeling ill.
Transitions and conjunctive adverb
Menggabungkan dua kalimat yang terpisah oleh sebuah titik atau dua klausa yang terpisah oleh titik koma
Then
Next
After that
Following that
Before that
Afterwards
Meanwhile
Beforehand
Therefore
Consequently

However
Otherwise
Nonetheless
On the other hand
In contrast
On the contrary
-   First, I woke up, then I had breakfast.
-   Everyone has to finish drawing, therefore we can go home
-   He was sick. Nevertheless, he came to class
Conjunction
Hanya punya satu kemungkinan, koma digunakan sebelum conjunction
And then

So
But … anyway
But …. still
Yet …. still
But

-   He didn’t do his homework, so he didn’t pass the class
                                                                                                            



Poster Digital Sebagai Upaya Mendorong Semangat Ekspor Sejak Dini Pada Murid SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi

  Pendahuluan Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secara intelektual dan emosional terhadap alam...